Kamis, 13 Agustus 2015

Pembalut dan Pantyliner Berklorin Tinggi Sebabkan Kanker Serviks

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) telah merilis temuan tentang adanya sembilan produk pembalut dan tujuh produk pantyliner yang mengandung zat berbahaya klorin. Temuan ini sangat mengejutkan dan otomatis membuat panik perempuan-perempuan yang setiap bulannya harus menggunakan pembalut pada saat menstruasi.

Pembalut-pembalut tersebut adalah produk yang mudah ditemukan di mini market dekat rumah, jadi bisa dikatakan hampir semua perempuan Indonesia sudah menggunakannya selama ini.
Berdasarkan penjelasan dari ahli Radiologi-Onkologi RS Kanker Dharmais, dr. Fielda Djuita Sp.Rad. kadar aman penggunaan klorin untuk produk pembalut adalah 0,01 ppm,
“Klorin pada pembalut ini bisa menyebabkan keputihan, gatal-gatal, dan iritasi. Parahnya lagi dapat menjadi penyebab terkenanya kanker servik, seperti temuan badan kesehatan dunia WHO,” jelasnya.
Dikatakanya terdapat bermacam-macam resiko pemicu kanker serviks dan salah satunya adalah dari zat-zat yang terkandung di dalam pembalut.
Hal ini jelas-jelas melanggar Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 mengenai hak konsumen, yang didalamnya terdapat hak keamanan produk.
Berdasarkan temuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), terdapat semnilan jenis pembalut wanita dan tujuh pantyliner yang mengandung klorin diatas ambang batas sesuai standar kesehatan WHO.
Berikut ini adalah produk-produk yang berbahaya berdasarkan uji laboratorium yang sudah dilakukan oleh YLKI, yaitu, pembalut CHARM, PT Uni Charm Indonesia, klorin 54,73 ppm,  Nina Anion produksi PT Panca Talentamas, klorin 39,2
Merek lainnya yang mudah didapat di pasaran adalah Kotex dari PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 8,23 ppm,  Hers Protex produksi PT Multi Duta Utari, klorin 7, 93 ppm,  LAURIER, dari PT KAO Indonesia, klorin 7,77 ppm, . Softex, produksi PT Softex Indonesia, klorin 7,3 ppm dan Softness Standard Jumbo Pack, klorin 6, 05 ppm.
Sementara untuk Pantyliner merek V Class dari PT Softex Indonesia mengandung klorin 14, 68 ppm, Pure Style, dari PT Uni Charm Indonesia, klorin 10,22 ppm,  My Lady, dari PT Sehat Anugerah Perkasa, klorin 9,76 ppm.
Sedangkan merek  KOTEX Fresh Liners produksi PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 9,66 ppm,  Softness Panty Shields produksi PT Softness Indonesia Indah, klorin 9,00 ppm,  CareFree superdry dari Johnson & Johnson Indonesia, klorin 7,58 ppm serta LAURIER Active Fit, PT KAO Indonesia, klorin 5, 87 ppm.
Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mengeluarkan aturan/standar batas aman produksi atau penggunaan pembalut berklorin.
BSN harus bertindak cepat, karena sampai saat ini tidak ada aturan/standar mengenai bahaya penggunaan atau informasi berapa ambang batas aman klorin pada pembalut.
Dalam temuan YLKI, ada banyak perempuan-perempuan di Indonesia yang telah 10 tahun menggunakan pembalut dengan klorin tinggi. Sisanya, menggunakan pembalut dan pantyliner dengan masa pakai yang berbeda-beda, namun dalam jangka waktu tahunan.
Tag : pantyliner, pembalut berklorin, kanker serviks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar